oleh

Mengasah Skill Mahasiswa STPK Banau Halbar dengan Agrotechnopreneurship

-Halbar-246 views

INBISNIS.ID, HALBAR– Mahasiswa Program Studi Agroteknologi STPK Banau Halmahera Barat yang didampingi oleh salah satu dosen, Dr. Hearty Salatnaya, S.Pt., M.Si serta staf lapangan, melakukan penajaman teori dengan melakukan praktikum lapangan untuk Mata Kuliah Agrotechnopreneurship IV pada Rabu, (14/6/2023).

Mata kuliah ini merupakan salah satu mata kuliah yang mengasah kemampuan mahasiswa terkait budidaya ternak ruminansia. Kuliah lapang dilakukan di tiga lokasi, yaitu Peternakan Sapi milik Bapak Sunardi di Desa Sidodadi, Kecamatan Sahu Timur; Peternakan Kambing Milik Julkifli dan Ali di Desa Bobanehena, Kecamatan Jailolo.

Dosen pendamping yang sering disapa Ety ini mengatakan bahwa Praktikum lapangan ini dilakukan agar mahasiswa memahami terkait penerapan tiga pilar budidaya, yaitu Breeding (Bibit), Feeding (Pakan), dan Management (pengelolaan/manajemen) yang diterapkan dalam sistem pemeliharaan ternak ruminansia di Halmahera Barat. Sistem pemeliharaan ternak ruminansia yang diterapkan adalah ekstensif, semi intensif, dan intensif.

“Kurikulum STPK Banau selalu mengedepankan praktek dan kunjungan lapangan 70 persen, dan memang sejak awal berdirinya Sekolah ini, kami sudah melakukan apa yang sekarang disebut Merdeka Belajar dan kampus Merdeka. Karena mahasiswa sudah diasah dan dibekali menjadi entrepreneur muda untuk menciptakan lapangan kerja di bidang pertanian”, tutur Hearty.

Di lapangan lanjut Hearty, mahasiswa dapat mensinkronkan antara teori yang diperoleh di kelas dengan kondisi riil yang ada di masyarakat. Seperti saat ini mereka bisa lihat langsung Bibit ternak sapi yang dibudidaya adalah peranakan dari sapi Limousin, sapi Simental dan Brahman yang dikawinkan dengan betina Peranakan Ongole.

Ternak kambing yang dipelihara adalah kambing kacang dan Peranakan Etawa. Pakan yang diberikan untuk ternak yang dikandangkan berasal dari limbah pertanian dan limbah olahan tahu, serta rumput-rumputan. Ternak yang dipelihara dengan penerapan tiga sistem ini tetap diperhatikan kesehatannya. Ternak yang dipelihara secara intensif akan selalu diperhatikan kebersihan dan kebutuhan pakannya.

Yang menarik dari praktikum ini adalah salah satu Peternakan, yaitu milik Pak Sunardi menerapkan Konsep Sistem Pertanian Terpadu,yaitu kotoran ternak dimanfaatkan untuk biogas dan pupuk untuk tanaman , kemudian limbah tanaman akan dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Sehingga tidak akan ada sampah/limbah yang terbuang. Hal ini menjadi pelajaran tambahan bagi mahasiswa, terkait penerapan sistem pertanian terpadu di Kabupaten Halmahera Barat

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *