oleh

Bupati Nagekeo : Guru Penggerak, Dari Anak Kita Mengasah Lingkaran Kepedulian

INBISNIS.ID, NAGEKEO – Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, berkesempatan membuka secara resmi kegiatan Lokakarya VII Moda Luring “Festival Panen Hasil Belajar” yang digelar oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tingkat Kependidikan Penjas dan Bimbingan Konseling Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo, bertempat di Aula Setda Kantor Bupati Nagekeo, Sabtu (14/05/2022).

Bupati Nagekeo dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Guru Penggerak mesti benar-benar profesional untuk mencerdaskan peserta didik dan belajar dari anak didik untuk mengasah lingkaran kepedulian dan menggali level spiritualitasnya. 

“Guru penggerak bagaimana kalian menjadi betul-betul guru penggerak yang bisa menggerakkan anak didik. Itu luar biasa. Dari anak kita menggali/mengasah lingkar kepedulian kita. Kita memilih peduli betul pada panggilan kita menjadi pendidik, bagaimana supaya kita punya kepedulian yang berdasar, yang bergerak dari dalam diri kita, kita mesti menggali level spiritualitas kita” Ungkap Bupati Don. 

Bupati Don dalam sambutannya pun menegaskan apa yang seharusnya dimiliki oleh seorang pendidik. Tiga kata kunci yang selaras dengan moto guru penggerak yakni “Tergerak, Bergerak dan  Menggerakkan”.

“Tiga kata kunci sebagai pendidik, terutama tergerak atau tidak. Ini akan akan menentukan ketika kita terpilih, itu memang betul kita tergerak atau memang ini cuma pada gerombolan arus gerakan yang tidak bergerak dari yang namanya tergerak. Jadi kita tergerak lalu bergerak. Baru bisa kita menggerakkan” kata Bupati Don.

Istimewa

Bupati Don kemudian meminta para peserta untuk Mengabstraksinya dalam tiga model lingkaran, dari lingkaran, paling luar yang disebutnya sebagai lingkaran kepedulian, kemudian lingkaran kedua yang disebut lingkaran pengaruh dan lingkaran ke tiga, paling dalam yang disebut lingkaran kendali. 

“Saya minta kita abstraksi, Kita membayangkan tiga tingkatan mulai lingkaran pertama yg paling kecil, sedang dan besar, lingkaran bagian luar itu namanya lingkaran peduli. Kita bergerak lalu kita peduli. Masuk pada lingkaran kedua, lingkaran pengaruh. Kita mulai mengkomunikasikan apa yang menjadi kepedulian kita, mulai bergerak  mencari orang yang sepemikiran, punya hati dan semangat yang sama. Jadi perlu sekali membuka diri atau punya waktu seperti hari ini, kita tidak terburu buru. Kita betul menginvestasikan perhatian kita pada anak didik” Urai Bupati Don.

“Masuk pada lingkaran terdalam yang paling kecil, lingkaran kendali. Kamu bisa bayangkan tidak? bagaimana kamu membesarkan lingkaran kendalimu ini seukuran lingkaran peduli, lalu kamu geser lingkaran kendalimu sebesar lingkaran peduli lalu kamu memperbesar lingkaran peduli mu, betapa kamu menjadi orang yang berguna,” urai Bupati Don lebih lanjut. 

Bupati Don kemudian mengemukakan bahwa Guru penggerak mesti sungguh menghayati  panggilan hidupnya menjadi seorang guru sehingga tetap semangat memenuhi tugas dan tanggung jawabnya. 

“Tiap kita harus punya kesadaran, butuh ketahanan, kesabaran dan ini kalau tidak  berangkat dari spiritualitas menghayati panggilan hidup perutusan kamu akan mengalami kehabisan energi, rasa lelah, gagal, tidak ada teman, menyalahkan orang lain,” demikian ungkap Bupati Don yang dikutip INBISNIS.ID.

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *