oleh

Waduk Lambo Berdampak Pada Ekspansi Wilayah Pertanian, Pemerintah Jangan Kalah  

INBISNIS.ID, NAGEKEO – Pembangunan waduk Lambo/bendungan Mbay terus mengalami dinamika, meskipun  progres pengerjaan terus menampakan hasil, tahapan proses bergerak maju dengan realisasinya ganti rugi bagi masyarakat terdampak pembangunan waduk Lambo/Bendungan Mbay.

Dukungan terhadap waduk Lambo telah final dengan pernyataan tegas masyarakat adat Rendu yang tergabung dalam kelompok Forum Penolakan Pembangunan Waduk Lambo (FPPWL) dibawah pimpinan Dinus Gaso pada Selasa, 5 April 2022 lalu yang menyatakan dengan kesadaran penuh mendukung pembangunan waduk Lambo/bendungan Mbay di Lowo Se.

Meski demikian, Perhimpunan Pembela Masyarakat Adat Nusantara (PPMAN) melalui Jhon Bala, Koordinator PPMAN Area Bali Nusa Tenggara, terus berkicau atas nama masyarakat adat Rendu di media sosial maupun di beberapa portal berita media online.

Menanggapi hal tersebut, Rahman Daeng, anggota Wartawan Profesional Indonesia (WPI), kepada INBISNIS.ID, mengungkapkan bahwa pembangunan waduk Lambo/bendungan Mbay sangat penting. Selain  memenuhi kebutuhan air baku bagi masyarakat, waduk Lambo/Bendungan Mbay berdampak pada ekspansi (perluasan) wilayah pertanian di Kabupaten Nagekeo.

ini secara berkesinambungan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Nagekeo  dimasa mendatang. Dengan demikian Rahman Daeng berpendapat pemerintah daerah (Pemda) tidak boleh kalah oleh kepentingan segelintir orang.

“Kalau waduk itu menjadi solusi untuk mengatasi kekurangan air di Nagekeo, itu memang harus dilaksanakan. Mengingat Kabupaten Nagekeo adalah daerah irigasi. Dengan hadirnya waduk maka akan terjadi ekspansi daerah pertanian, dimana daerah-daerah  yang lahan tidur terlebih yang belum diirigasikan. Adanya waduk perluasan pengembangan irigasi akan semakin signifikan, potensi pertanian juga akan  betul-betul di optimalkan” Ujar Rahman Daeng.

Menurut Rahman Daeng, Masyarakat wajib mendukung segala program Pemerintah yang berdampak positif sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.

“Selama program yang ada tidak bertentangan dengan masyarakat setempat atau betul-betul menyentuh persoalan-persoalan yang signifikan bagi kebutuhan masyarakat, saya pikir kita terima dan kita dorong sepenuhnya.  Kita percaya bahwa, selama ini, apapun bentuk pembangunan yang dikembangkan pemerintah adalah yang positif” Urainya.

Pria kelahiran Nagekeo yang berdomisili Jakarta ini, bersepakat akan adanya kelompok sosial kontrol yang hadir mengkritisi pembangunan. Namun tidak berarti berupaya menghalang-halangi pembangunan waduk Lambo/Bendungan Mbay. Ia berpendapat hadirnya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan sejenisnya juga amat diperlukan untuk mengimbangi dan memberikan kontrol terhadap Pemerintah dan masyarakat, sehingga pembangunan betul dilaksanakan dan memenuhi hak serta kebutuhan masyarakat. Namun, Pemerintah mesti bersikap tegas menyikapi kelompok atau oknum yang berupaya menghambat proses pembangunan waduk di kabupaten Nagekeo.

“Bahwa ada persoalan sosial kontrol di tengah-tengah masyarakat, baik itu datangnya dari LSM atau lembaga adat lain, bahkan pers itu sendiri, mengkritisi pembangunan yang ada di daerah itu, tetapi tidak terkesan untuk menghalang-halangi pembangunan, atau ada unsur mencari-cari, sehingga akan terganggu persoalan pembangunan. Itu harus ditegaskan, siapapun tidak boleh menghalang-halangi pembangunan” Jelas Rahaman.

“Ada yang mengkritisi, ada yang mengawal  itu sah-sah saja, asalkan jangan, kekuatan itu Mobilisasi untuk menghambat segala program baik yang dilakukan pemerintah. Kita yakin Pemerintah melakukan itu melalui kajian-kajian yang konstruktif dan ilmiah, tidak asal menghadirkan pembangunan dan menghamburkan uang”, Tegasnya.

Jurnalis Senior asal Nagekeo ini, menandaskan bahwa, Pemerintah tidak boleh kalah dan mesti bersikap tegas untuk menggerakkan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Nagekeo.

“Menurut saya, kalau ada yang ingin menghalang-halangi berarti dia melawan undang-undang. Jadi Pemerintah tidak boleh kalah untuk menggerakkan pembangunan demi kebaikan masyarakat Nagekeo” Tegas Rahmat Daeng.

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *