oleh

Temukan Nikmatnya Kopi Tubruk Hitam Pekat di Pasar Bangkal Baru Sumenep

INBISNIS.ID SUMENEP – Pasar Bengkal Baru yang dimana lebih dikenal masyarakat Sumenep sebagai pasar malam. Karena Pasar tersebut secara umum buka pada Sore hingga malam hari. “Framing Pasar Rakyat Siap Laris” terlihat pada lukisan di pagar tembok, apabila pengunjung masuk ke lokasi Pasar melalui pintu sebelah barat, depan toko Koperasi Kantor Departemen Agama Sumenep.

Tembok tersebut sekaligus sebagai pagar pembatas, yang dimana di selatan tembok terdapat pasar tradisional menjual sayur mayur dan lauk pauk, yang mana hanya buka dari pagi – sore hari. Keberadaan pasar baru tersebut merupakan pengalihan fungsi dari sebagian lahan lapangan kerap Sapi (Stadion Giling) menjadi Pasar Baru Bangkal Sumenep.

Selanjutnya, lebih masuk ke dalam berjalan dari arah barat ke timur, akan tampak lokasi mainan anak-anak dalam ruang semi terbuka dengan atap tinggi, terdapat lampu – lampu bergelantungan yang siap nyala apabila wahana mainan tersebut mulai dioperasikan oleh masing-masing pemilik stand mainan.

Tepat di hadapan wahana mainan anak-anak itulah ada kios mini berjualan berbagai menu minuman, salah satunya adalah Kopi tubruk hitam pekat, yang mana menunjukkan keaslian cita rasa kopi hitam tanpa bahan campuran lain.

Kopi tubruk adalah minuman kopi khas Indonesia yang dibuat dengan menuangkan air panas ke dalam gelas yang sudah diisi bubuk kopi. Bisa dengan ditambahkan gula, bisa juga tanpa gula.

Muhlis, pemilik sekaligus juru racik Kopi tubruk hitam pekat ‘Kios Mini’ di pasar bangkal baru Sumenep secara eksklusif kepada INBISNIS.ID Sumenep menuturkan, usaha jualan Kopi yang digelutinya saat ini, melanjutkan usaha mendiang bapaknya sejak berjualan Kopi di area  sekitar Taman Adipura (Taman Bunga) Sumenep sejak beberapa Tahun yang lalu.

“Kopi ini racikan sendiri mas, saya belajar dari mendiang bapak saya. Caranya Kopi disangrai dan ditumbuk tidak diberi campuran bahan lain. Kemudian diayak biar tidak terlalu kasar. Jadi, hasilnya hitam pekat seperti itu dan mungkin karena bahannya kopi murni tidak dicampur bahan lain,” tutur Muhlis mengaku tinggal di sebuah rumah kos bersama istri dan kedua anaknya.

Muhlis mengaku, usaha berjualan Kopi di kios mini tersebut, menjadi lahan usaha pokok, karena dengan berjualan kopi dirasa cukup dan bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari bersama keluarganya.

“Saya meyakini rezeki itu sudah ada takarannya dari yang maha kuasa. Karena mendiang bapak saya semasa hidupnya berjualan seperti saya saat ini, juga bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Mengenai besarnya penghasilan, setiap harinya bisa mencapai Rp300.000,00 – Rp500.000,00 hasil penjualan kotor, belum dipotong modal belanja,” ungkapnya.

Lebih lanjut kata Muhlis, penghasilan berjualan kopi di sini (pasar malam bangkal), relatif lebih kecil jika dibandingkan waktu berjualan di taman bunga sekitar Tahun 2015 lalu. Karena disana kita bisa jualan 24 jam. Sedangkan disini baru buka  sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, kemudian tutup malam hari antara pukul 22.00 – 23.00 WIB.

“Menurut saya, pasar bangkal ini perlu ditingkatkan, salah satunya jam buka ditambah dari pagi sampai malam hari, terutama di hari Minggu. Memang ada sebagian yang buka  pagi hari seperti stan toko pakain (konveksi) dan sebagian warung makanan. Saya tidak tahu kenapa  tidak serentak dibuka, termasuk tempat mainan disini bukanya dari sore sampai malam hari sekitar pukul sepuluh malam (22.00 WIB),” tandas Muhlis menuturkan.

Heri Santoso bersama Jurnalis INBISNIS.ID menikmati cita rasa Kopi tubruk hitam pekat cacikan Muhlis, memberikan nilai plus, karena rasa kopinya khas.

“Khas banget ini kopinya, justru karena ada sedikit kasar-kasarnya ini yang menunjukkan bahwa kopi ini disangrai dan ditumbuk sendiri, sangat nikmat rasanya,” ucap Heri sambil seruduk sajian kopi hitam pekat yang ditemukan tepat di depan stan mainan anak-anak di Pasar Bangkal Baru Sumenep.

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *