oleh

Sepenggal Harapan Warung PKL, Berjualan Kamboya Oleh-oleh Khas Kangean    

INBISNIS.ID SUMENEP – Pelabuhan Batu Guluk memiliki 2 lokasi Dermaga Pelabuhan, yakni Dermaga Pelabuhan dalam ampuhan PPR Banyuwangi Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur terletak disebelah Barat dan Dermaga Pelabuhan dalam pengelolaan Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep terletak di sebelah Timur.

Pada kedua lokasi Dermaga Pelabuhan tersebut, para calon penumpang akan menemukan warung-warung PKL (Pedagang kaki lima) yang berjualan makanan Kamboya oleh-oleh khas dari Pulau Kangean, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Paina, salah satu pemilik warung PKL yang berjualan Kamboya secara eksklusif kepada Jurnalis INBISNIS.ID Sumenep menyampaikan, dari beberapa Jajanan yang paling sering dibeli para calon penumpang Kapal di Pelabuhan ini yaitu Kamboya.

“Semua warung yang ada disini, pasti berjualan Kamboya. Selain Kamboya, biasanya orang-orang itu (calon penumpang) beli nasi bungkus, camilan, dan air mineral kemasan. Kadang juga minum kopi sambil menunggu jam kapal berangkat,” jelasnya.

Sumai, pemilik warung PKL lainnya di lokasi yang sama, terlihat juga berjualan Kamboya, nasi bungkus dan kopi seduh serta berbagai jenis camilan yang dapat dijadikan teman setia menemani penumpang selama ada di dalam Kapal menempuh perjalanan laut dari Pelabuhan Batu Guluk Kangean menuju Pelabuhan Kalianget.

“Warung saya juga berjualan Kamboya. Saya berjualan tidak setiap hari, apabila ada kapal berangkat saja. Kalau hasil berjualan tidak menentu, tergantung rejeki. Karena warung deretan disini, yang menghadap ke Barat, masih kalah strategis dengan warung yang paling depan,” tukasnya.

Baik Paina ataupun Sumai, enggan menyebut besarnya penghasilan yang didapat setiap kali berjualan manakala ada kapal yang berangkat dari Dermaga Pelabuhan Batu Guluk Kangean menuju Kalianget.

“Harapan saya, ada bantuan dari pemerintah berupa warung tenda (tenda kerucut) seperti warung yang ada di dekat pintu masuk Dermaga, agar warung disini lebih bagus dan lebih rapi. Dan orang yang mau beli juga senang,” pungkasnya.

Pantauan Jurnalis media ini selama di lokasi Pelabuhan tersebut, pada pintu masuk lokasi Pelabuhan dijaga ketat oleh petugas pelabuhan, Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep.

Setiap kendaran yang masuk lokasi Pelabuhan, dikenakan retribusi dengan tarif sebesar Rp2000,” jelas Matsura petugas penjaga pintu masuk Dinas Perhubungan Kabu.

Pada area bagian dalam Pelabuhan, tidak tampak titik lokasi parkir, untuk kendaraan, baik untuk roda 2 ataupun roda 4.

Seringkali kendaran masuk dan parkir di area Dermaga, sehingga bisa mempersempit ataupun menutupi akses pejalan kaki. Adapun titik lokasi warung PKL, ada di sisi pojok timur tepat di depan Kantor Pelabuhan tersebut.

Ditemukan sekitar 5 warung PKL berjejer dari Utara ke Selatan menghadap ke Barat. Dan 5 warung lagi berjejer dari Barat ke Timur menghadap ke Utara.

Namun ada satu warung PKL tampil berbeda daripada yang lainnya, yaitu warung PKL paling barat menggunakan Tenda Kerucut bertuliskan “Bantuan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Kabupaten Sumenep Tahun 2015”.

(Redaksi)

Well, Jika ada yang perlu dibenahi atau disesuaikan tentang berita dan website INBISNIS.ID? Boleh ditulis di kolom komen ya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *