oleh

Menyamakan Persepsi Antara Guru dan Industri, SMKN 5 Denpasar Gelar Workshop

INBISNIS.ID, BALI – SMKN 5 Denpasar mengadakan kegiatan workshop Review kurikulum dan IHT Komite Pembelajaran Merdeka Belajar di ruangan aula SMKN 5 Denpasar pada, Rabu (29/6/2022).

Diketahui, kegiatan ini adalah upaya untuk memperkuat kemampuan para guru menuju lembaga pendidikan yang berdaya saing tinggi berlangsung dari tanggal 23 Juni sampai 2 Juli 2022.

Sementara itu dalam kegiatan ini menghadirkan narasumber yang berkompeten dari unsur pemerintahan terkait dan guru juga dari pihak industri pariwisata, seperti Travel, Perhotelan, Restoran.

Di sela-sela acara, I Made Buda Astika, S.Pd.,M.Pd., kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar mengatakan kegiatan ini upaya untuk mendorong kualitas guru dengan demikian bisa melahirkan tamatan yang bisa langsung bekerja.

“SMKN 5 sudah diberikan kepercayaan oleh mendikbud ristek sebagai sekolah SMKN 5 pusat keunggulan dengan pemadanan bersama industri, artinya kita membuat program pembelajaran untuk meningkatkan mutu hasil pembelajaran kita di SMKN 5 yang siap digunakan oleh industri, karena itu diciptakan kompetensi etika, pengetahuannya seperti yang diharapkan,” ujarnya.

Istimewa

Made menuturkan, intinya SMKN 5 hanya menjalankan program dari kemdikbud ristek tentang penyusunan kurikulum, dan pelaksanaan pembelajaran bersama magang guru, pkl siswa yang diakhiri dengan penyerapan tamatan.

“Jadi tamatan kita diserap oleh industri karena mereka yang melatih dengan model mereka dengan etika yang diharapkan dan soft skill yang diharapkan atau kompetensi yang diharapkan, jadi industri lah yang akan memilih anak itu sesuai kebutuhan,” ungkapnya.

Made mengungkapkan, dari SMKN 5 Denpasar sudah ada 6 orang siswa yang sudah jadi karyawan di Hotel Ramada Wyndham meskipun mereka baru naik kelas 12, hal ini karena mereka memiliki kemampuan bekerja yang baik makanya dijadikan karyawan tetap dengan diberikan upah sembari melanjutkan kelas industrinya.

“Di Ramada Wyndham hotel sudah ada 6 yang mau naik kelas 12, itu sudah dijadikan karyawan di sana dengan diberikan upah sambil melanjutkan kelas industri, inilah salah satu hasil pemadanan kita,” tuturnya.

Karena itu kata Made, persamaan persepsi menuju pelayanan yang profesional itu sangat penting dilakukan, baik pihak Industri maupun lembaga pendidikan harus saling menyatu untuk mencari tenaga kerja yang cekat, tepat, disiplin.

“Ini hasil dari persamaan persepsi antara guru dan industri sehingga bisa melahirkan siswa-siswi yang berkompeten,” imbuhnya.

Made pun berharap agar siswa yang tamatan dari sini bisa diterima di setiap Industri sesuai dengan bidangnya masing-masing.

“Semoga dengan persamaan persepsi ini bisa diterima di industri yang ada, dan bisa diposisikan di mana saja,” tutupnya.

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *