oleh

APGI Bali Sambut New Normal Dengan Ngobrol Bareng Wisata Pendakian

INBISNIS.ID, DENPASAR – Dalam rangka menyambut era new normal, Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Bali menyelenggarakan kegiatan Ngobrol Bareng APGI dengan pembahasan Wisata Pendakian Di Era New Normal.

Kegiatan tersebut berlangsung pada tanggal 17-18 April 2021 di Sewarung Gawe Puregai Camp Site, Karangasem Bali, dengan mengundang narasumber Ketua Umum Pengurus Pusat APGI, Vita Landra serta Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPProv) APGI Bali, I Ketut Mudiada.

Dihubungi INBISNIS pasca kegiatan, Minggu (18/4), I Ketut Mudiada mengatakan, pembahasan dalam acara tersebut adalah mengenai pelaksanaan wisata pendakian di era new normal dengan mengundang pemandu gunung serta pecinta alam di Bali.

“Kami mengadakan ngobrol bareng mengundang pemandu wisata gunung di Bali, pecinta alam dan penggiat alam terbuka di Bali yang sangat antusias untuk ikut, karena topiknya menarik sekali kita perbincangkan (wisata pendakian di era new normal),” kata Mudiada.

Acara tersebut dihadiri sekitar 25 orang tersebar dari beberapa komunitas.

“Jumlahnya sekitaran 25 orang, tersebar dari beberapa komunitas, ada yang lokal juga, mereka tinggal di sekitaran sana, tapi untuk yang mengikuti ada beberapa komunitas dan pemandu gunung, cuma jumlahnya kita batasi karena pandemi,” ujar dia.

Setelah diselenggarakannya acara ini, Mudiada yang telah menjadi pemandu gunung sejak tahun 1994 tersebut berharap, para pendaki gunung di era new normal nantinya dapat mengikuti protokol kesehatan dan dapat menjaga keasrian gunung yang didaki.

“Harapan kita, teman-teman yang melakukan pendakian gunung harus memperhatikan dan mengikuti protokol kesehatan. Sehingga kita melakukan aktivitas di alam terbuka tujuannya untuk kita sehat, kembali pulang dalam keadaan sehat dan mendapatkan kenangan yang indah,” harap Mudiada.

“Juga harapannya, semua para pendaki dan penggiat alam bebas yang melakukan pendakian gunung tentunya, ikut menjaga kebersihan dan kesucian gunung yang didaki, khususnya di Bali dan tempat lain di luar Bali. Mari kita menjadi pendaki yang santun dan juga memang benar-benar dari hari nurani untuk mencintai alam dan menjaga kelestariannya,” tukas dia.

(Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *