INBISNIS.ID, DENPASAR – Rencana pemerintah melakukan impor beras menuai kontroversi. Rencana tersebut mendapatkan banyak penolakan dari berbagai kalangan, termasuk Gubernur Jawa Barat dan Gubernur Jawa tengah, bahkan di internal pemerintah pun masih beda pandangan terkait persoalan ini.
Terakhir dalam rapat Kerja Komisi VI DPR-RI (22/3), Menteri Perdagangan M Lutfi menyatakan, dirinya siap turun dari jabatan jika kebijakan impor beras yang ia ambil terbukti salah.
“Saya mesti memikirkan yang tidak terpikirkan. Saya mesti mengambil keputusan yang tidak populer. Kalau memang saya salah, saya siap berhenti, tidak ada masalah,” terang Lutfi seperti dilansir Kompas.com.
Mendag Lutfi juga menyampaikan bahwa rencana impor beras 1 juta-5 juta ton tersebut sebenarnya sudah diputuskan sebelum ia menjabat sebagai meteri perdagangan. dimana itu diputuskan melalui rapat kabinet agar bulog menambah cadangan beras 500.000 ton. Perlu diketahui M Lutfi diangkat Presiden Jokowi menjadi menteri pada Desember 2020on .
“Jadi itu sudah ada sebelum saya datang. Maka waktu saya datang, saya melakukan penghitungan jumlahnya,” ucapnya.
Menurut Lutfi, kemendag telah melakukan penghitungan dan menemukan bahwa stok yang dimiliki oleh bulog saat ini adalah yang terendah sepanjang sejarah, karena hanya memiliki stok 500.000 ton. Semantara sisa impor 2018 mengalami penurunan mutu dan itu jumlahnya sebanyak 300.000 ton.
Ia juga menyoroti terkait serapan ke petani oleh bulog sangat berkurang, saat ini hanya mampu menyerap 85.000 ton gabah dari perkiraan target sebanyak 500.000 ton.
Komentar