oleh

Modus Under Invoicing Dibongkar, PT DSI Diperintah “Cari Duit” dari SDA Indonesia!

INBISNIS.ID, JAKARTA – Pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara terus membawa angin segar bagi penguatan ekonomi dan tata kelola sumber daya alam (SDA) strategis di Indonesia. Salah satu langkah taktis yang kini menarik perhatian dunia usaha adalah repositioning PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).


Anak usaha BPI Danantara ini dipastikan memiliki peran yang jauh lebih dinamis. Tidak hanya berdiri sebagai pengawas administrasi ekspor komoditas utama seperti minyak kelapa sawit (
Crude Palm Oil/CPO), batu bara, hingga ferro alloy, DSI kini resmi diarahkan menjadi entitas bisnis profesional yang berorientasi pada profit (for-profit). Langkah strategis ini diharapkan mampu mengoptimalkan nilai tambah kekayaan alam Indonesia demi kemakmuran jangka panjang.

Menilik Latar Belakang DSI: Solusi Atasi Celah Under Invoicing Komoditas

Langkah transformasi DSI ini tidak lepas dari komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim perdagangan internasional yang bersih dan transparan. Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa gagasan awal pembentukan DSI lahir dari evaluasi mendalam terhadap tantangan klasik di sektor ekspor, seperti praktik under invoicing dan transfer pricing yang berpotensi mengurangi pendapatan riil negara.

Dalam forum Investor Daily Roundtable di Jakarta pada Selasa (26/5/2026), Pandu yang juga berpengalaman selama hampir satu dekade memimpin asosiasi pengusaha batu bara, memberikan pandangannya mengenai dinamika industri ini.

“Danantara Sumberdaya Indonesia dahulunya dibentuk karena isu under invoicing dan adanya potensi value transfer. Masalah ini sering kami dengar, saya pribadi pun sering mendengarnya saat dulu aktif di industri,” jelas Pandu Sjahrir.

Ia menambahkan bahwa kepatuhan pelaku usaha saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu, sehingga momentum ini sangat tepat untuk membawa pengelolaan SDA ke level yang lebih korporatif.


Transformasi Struktur: DSI Kini Sejajar dengan Danantara Investment Management

Untuk memaksimalkan potensinya, pemerintah melakukan penyesuaian struktur orientasi pada DSI. Dari dua opsi awal, apakah menjadi badan regulasi pemerintah biasa atau operator bisnis, pemerintah akhirnya memilih jalur entitas bisnis komersial.

Jika pada awalnya DSI dirancang berada di bawah supervisi Danantara Investment Management (DIM), kini posisinya telah dinaikkan menjadi sejajar. Perubahan ini menegaskan bahwa DSI mengadopsi profit mentality yang kuat untuk bergerak lincah sebagai pelaku pasar. Dari segi struktur kepemilikan, komposisi saham DSI kini terdiri atas 99% milik BPI Danantara dan 1% milik BP BUMN.

Berorientasi Profit: Tabungan Strategis untuk Generasi Masa Depan Indonesia

Pergeseran pola pikir menjadi for-profit ini berjalan selaras dengan visi besar BPI Danantara sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia. Sebagai lembaga pengelola dana abadi negara, akumulasi keuntungan yang diraih oleh DSI nantinya akan berfungsi sebagai tabungan strategis bagi generasi penerus bangsa.

“Di dalam Danantara sendiri, pola pikirnya harus for profit. Balik lagi kepada esensi Danantara sebagai sovereign wealth fund, ini adalah tabungan buat generasi berikutnya. Jadi profit mentality itu tetap harus ada,” tegas Pandu.


Peluang Kolaborasi Baru dan Pengembangan Bisnis Berkelanjutan

Sebagai agent of business, DSI diproyeksikan tidak hanya terpaku pada fungsi pengawasan ekspor konvensional. Di masa mendatang, DSI sangat terbuka terhadap berbagai peluang ekspansi dan pengembangan lini bisnis baru, menyesuaikan dengan peningkatan kompetensi dan skill set Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimilikinya.

Bagi pelaku industri, bertransformasi nya DSI menjadi entitas yang berorientasi profit membuka ruang kolaborasi yang luas, sehat, dan saling menguntungkan. Kehadiran DSI diharapkan mampu menjadi mitra strategis yang menjembatani kepentingan bisnis global dengan optimalisasi pemanfaatan energi serta komoditas nasional, sekaligus memberikan kepastian hukum dan transparansi yang dicari oleh para investor.

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Punya pertanyaan soal Bantuan Hukum & Perizinan, Pencarian & Pengembangan Properti, Layanan Relokasi & Eksplorasi, Dukungan Media & Branding, Distribusi Produk ? INBISNIS bisa bantu jawabin.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini.

Yuk, gabung grup WhatsApp Berita INBISNIS.ID atau ikuti Channel Berita INBISNIS.ID! Dapatkan info terkini tentang Investasi, Bisnis dan Dunia Usaha langsung ke ponselmu.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *