oleh

Triple Untung, Ini Rahasianya Omset Melambung dari Jualan Takjil Puasa

INBISNIS.ID, PURWOKERTO – Tradisi Bulan Ramadhan di Indonesia yang tak kalah menarik adalah ngabuburit. Ngabuburit merupakan kegiatan menunggu waktu berbuka puasa terutama bagi anak muda. Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ngabuburit berasal dari bahasa Sunda yaitu ngalantung ngadagoan burit atau ngabuburit yang memiliki arti bersantai- santai sambil menunggu waktu sore.

Beragam aktivitas yang dilakukan dalam ngabuburit diantaranya berburu makan takjil, olahraga, bersantai dengan keluarga atau mengikuti kajian-kajian ilmu agama. Berburu makan takjil merupakan salah satu kegiatan yang tak kalah menarik. Banyak tempat yang bisa kita temukan untuk berburu makanan takjil seperti di alun-alun kota, pusat perbelanjaan atau jalan-jalan utama disekitar tempat tinggal anda.

Bagi pelaku usaha kuliner khususnya makanan takjil Bulan Ramadhan menjadi berkah tersendiri, karena permintaan akan makanan takjil meningkat. Sebut saja Budi (pedagang kue takjil-red), menjelang sore hari sudah siap menjajakan dagangannya di sentra kuliner BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) Desa Garawang-Majalengka. Tempat tersebut cukup ramai dikunjungi oleh warga sekitar, selain tempatnya nyaman, makanan takjil yang dijual banyak pilihanya, ada kolak, es campur, es buah, kolang-kaling, dan aneka kue lainya. Sekilas makanan takjil yang dijual Budi tidak jauh berbeda dengan pedagang lainya. Namun ada sisi unik yang diterapkan dalam strategi penjualannya.

Bagi Umat Islam Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dimana amalan akan dilipatgandakan sampai 700 kali lipat. Bak setali tiga uang, disamping berjualan makanan takjil, Budi juga berbagi takjil kepada para pelanggannya, yaitu dengan menambahkan kue takjil secara gratis (bonus). Kue Takjil yang diberikan Budi setiap harinya berbeda-beda ada bolu pisang, kue nona manis, lapis legit dll, memang tak banyak jumlah yang dibagikan hanya satu-dua buah kue saja kepada para pelanggan, walaupun sedikit selama dilakukan dengan ikhlas akan menjadi ladang pahala.

“Saya terdorong untuk bersedekah takjil kepada orang yang berpuasa dengan cara saya sendiri yaitu dengan menambahkan kue takjil kepada pelanggan, pelanggan pun senang menerimanya”, ujar Budi bersemangat.

Pelanggan yang datang tiap harinya terus bertambah membuat kue takjil yang dijajakan cepat habis terjual, terkadang ada pelanggan yang datang terlambat tidak kebagian membeli makanan takjil . Lantas bagaimana jika anda tidak berjualan seperti yang Budi lakukan dan tak mempunyai waktu untuk membagikan makanan takjil?, gampang sekali caranya, anda tidak perlu repot membagikan takjil sendiri , anda tinggal beli kue dari mereka, sekaligus meminta pedagang tersebut untuk menjalankannya, pasti mereka akan senang.

Apa saja tiga keuntungan yang didapatkan dari cara berjualan tersebut :

Pertama, Pedagang dapat margin atau untung dari menjual produknya (kolak, es buah, aneka kue dll) sebagai pokok dari kegiatan usahanya.

Kedua, mendapat pahala dari takjil yang diberikan kepada konsumen. Memberi makan untuk orang berbuka puasa sangat besar pahalanya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.” (HR. Imam Tirmidzi No. 807).

Ketiga, dengan menambahkan kue takjil gratis (baca-bonus) kepada pelanggan adalah salah satu cara loyalty program yang membuat para pelanggan semakin tertarik untuk terus melakukan repeat purchase atau pembelian ulang produk-produk yang ditawarkan, dan pada akhirnya dapat meningkatkan customer retention. Menurut Schiffman dan Wisenblit (2015) customer retention berhubungan dengan mengubah transaksi pelanggan individu menjadi hubungan pelanggan jangka panjang dengan membuat pelanggan tersebut tetap pada satu perusahaan daripada berpindah perusahaan. Customer retention tidak hanya dilakukan oleh perusahaan besar, pelaku UMKM juga didorong untuk fokus pada customer retention, yaitu dengan menjaga hubungan baik dengan pelanggan agar mereka dapat menjadi pelanggan dalam jangka Panjang, tidak hanya melakukan pembelian satu kali tapi yang berkelanjutan. Retention adalah kunci penting dalam keberlangsungan perusahaan. Retensi pelanggan perlu dipikirkan secara serius karena mereka adalah jenis pelanggan yang paling profitable untuk perusahaan.

Jadi, mempertahankan pelanggan merupakan strategi kunci untuk sustainable growth. Kenyataannya, biaya yang dibutuhkan untuk mencari customer baru bisa mencapai lima kali lebih banyak daripada mempertahankan customer lama. Dalam bukunya The Loyalty Effect, Fred Reichheld, 1996, menyatakan bahwa peningkatan customer retention 5% saja   bisa menaikkan profit hingga 125% di industri manapun.
Semoga Bermanfaat.

Oleh : Jaja Abdul Jalil (Mahasiswa Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto)
(Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.