oleh

Pengusaha Tempe Keluhkan Kenaikan Harga Kedelai

INBISNIS.ID, JEMBRANA – Dari sisi ekonomi, kenaikan harga BBM jelas akan mendorong kenaikan biaya produksi, mendorong inflasi (cost push inflation) yang pada gilirannya akan berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi, penurunan upah riil dan konsumsi rumah tangga. Hal ini dirasakan pengusaha produksi tahu dan tempe di Kabupaten Jembrana.

Pengusaha produksi tempe dan tahu Nurhadi (42) tahun Lingkungan Terusan, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara Jembrana Bali mengatakan, kedelai dari Rp.11.000, kini malah mencapai ke puncak harga dari Rp. 13.000 sampai bisa di puncak harga Rp.15.000. Ini dirasakan sangat signifikan kenaikan BBM tentu dampak di sektor ekonomi. Selain bahan dasar kedelai tentu juga alat angkut seperti bahan kayu bakar dan juga merembet ke faktor yang lain juga. Selisihnya cukup tinggi yang butuh hampir mencapai 5 ton, Kamis (22/9). 

“Bahkan buruh yang kerja ikut berharap naik dari sektor usaha yang digeluti tempe dan tahu. Kini produksi 30 kg hingga 50 kg, baik tempe maupun tahu. Produksi yang biasanya 80 kg, kini pasrah dengan kenaikan harga kedelai justru mengurangi produksi tahu dan tempe. Jika ukuran kecil tahu dan tempe Rp.2.000 dan ukuran besar Rp.5.000. Pemasaran seluruh pasar dan langganan yang mengambil,” tuturnya.

Nurhadi katakan, sementara untuk harga pelanggan atau konsumen tempe dan tahu di pasar naik Rp.1.000. Selain produksi bahan dasar kedelai lokal asli petani yang bawa juga dicampur dengan kedelai impor. Karena jenis kedelai impor merupakan kedelai dengan kualitas besar, beda dengan kedelai lokal yang kecil-kecil.

“Tapi mutu yang bagus adalah sistem mencampur antara kedelai lokal dan kedelai impor. Hasilnya juga cukup bagus. Hanya dampak kenaikan BBM tentu dampak yang lain ikut pula naik. Dan penyerapan ini juga perlu penyerapan bagi para pengusaha kecil terutama bagi para produksi tahu dan tempe di Kabupaten Jembrana. Cara sederhana adalah menetralisir harga yang kian hari kian melonjak,” pungkas Nurhadi pada media.

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *