oleh

Komnas Perlindungan Anak Menanggapi Insiden di Kolam Renang Taman Herbal Insani

INBISNIS.ID, DEPOK – Peristiwa yang terjadi beberapa waktu yang lalu di Kolam Renang Taman Herbal Insani sampai saat ini masih hangat dan menjadi buah bibir masyarakat, sehingga Psikologi anak sekaligus selaku Sekjen Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Seto Mulyadi turut menanggapi atas insiden meninggalnya Balita berusia 3 tahun tersebut di hari Jumat lalu (06/05) dan menyatakan dukungannya atas sikap tegas Kapolsek Sawangan  Bojongsari dalam menyelidiki kasus ini. Depok (15/05).

Hal serupa ternyata tidak hanya terjadi kali ini saja, dari jejak digital dan informasi yang diperoleh, musibah yang menyebabkan hilang nyawa di lokasi yang sama telah beberapa kali dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.

Saat diwawancarai awak Media INBISNIS.ID melalui komunikasi telepon, Seto Mulyadi yang akrab di panggil Kak Seto ini sangat menyesalkan atas terjadinya peristiwa naas tersebut.

Dalam keterangannya Jumat malam (13/05) Seto Mulyadi memaparkan, Apabila insiden yang sama  terjadi berulang kali di tempat itu, artinya seolah olah tidak ada pembelajaran dan hal tersebut membuktikan ketidak pedulian, kelengahan baik dari penyelenggara tempat itu maupun dari pengusaha.

“Kalau namanya saja Taman Herbal itu artinya bukan Kolam Renang, itu adalah pusat pendidikan yang mengandung unsur herbal, unsur kesehatan. Tapi ini tiba tiba ko ada kolam renangnya,” papar Kak Seto penuh pertanyaan.

Lanjutnya, kolam renang itu tidak boleh sembarangan, harus ada betul betul petugas sebagai pengawas selama 24 jam. Apakah petugasnya sudah memiliki sertifikasi atau tidak, sehingga menjadi catatan pihak kepolisian apakah adanya  unsur pidana. Karena dengan membiarkan hal seperti ini akan sangat berbahaya untuk anak apalagi masih usia 3 tahun.

“Saya menghimbau kesungguhan dari aparat pemerintah daerah (Pemkot Depok-red) untuk mengevaluasi kembali tempat wisata tersebut, apabila sudah terbukti beberapa kali terjadi musibah hingga hilangnya nyawa karena tidak adanya pemantauan, tidak adanya petugas bersertifikasi dan sebagainya. Tempat hiburan harus betul betul  ramah anak anak, jangankan meninggal korban luka pun tidak boleh terjadi,” ungkap Tokoh peraih gelar Doktor UI tahun 1993 ini.

Saat awak media menanyakan Langkah dan Kapolsek Sawangan Bojongsari M.Syahroni dalam menindak tegas kasus ini Kak Seto Menegaskan, “Saya sangat mendukung sepenuhnya terhadap tindakan dan sikap tegas Kapolsek Sawangan Bojongsari, bahwa ini dalam konteks perlindungan anak. Siapapun juga pelakunya apakah itu akibat dari kelengahan atau apapun juga yang bisa menyebabkan korban jiwa, tentu harus ditegakkan sanksi yang cukup keras sesuai dengan amanat Undang Undang tentang Perlindungan Anak,” tutup Sekjen Komnas PA.

Diketahui seorang ibu yang beralamat di Rawageni Cipayung Depok, sedang wisata berenang dengan putranya yang berumur 3tahun 10bulan, pada hari jumat (06/05) lalu. namun musibah terjadi karena kelengahan sang ibu dan kurang nya pengawasan dari pihak pengelola sehingga balita berinisial MA harus meregang nyawa karena tenggelam di kolam renang untuk kategori dewasa.

(Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.