INBISNIS.ID, BALI – Seorang diplomat yang mewakili Uni Eropa (UE) baru-baru ini memberikan sinyal bahwa blok tersebut akan meninjau kemungkinan perjanjian perdagangan regional dengan ASEAN setelah tahun 2027, seiring dengan terbentuknya perjanjian-perjanjian perdagangan skala kecil.
Selama beberapa tahun terakhir, UE telah menandatangani atau mendekati penandatanganan perjanjian perdagangan dengan beberapa anggota ASEAN.
Duta Besar UE untuk ASEAN, Sujiro Seam, mengatakan bahwa kedua blok telah sepakat untuk menjadikan perjanjian perdagangan antar-wilayah sebagai ātujuan jangka panjangā, tetapi mungkin memerlukan waktu sebelum negosiasi dapat dimulai.
āSementara itu, kami akan fokus pada perjanjian perdagangan bilateral antara UE dan negara-negara anggota ASEAN sebagai blok bangunan menuju perjanjian regional,ā kata Seam yang dilansir jakartaglobe.id, Selasa (27/1).
UE sejauh ini telah mengamankan tiga dari apa yang disebut ābatu loncatanā ini. Kelompok 27 negara ini sudah memiliki perjanjian perdagangan yang ada dengan Singapura dan Vietnam.
BACA JUGA :
- Harga Properti Uluwatu Masih Undervalued, Tapi Tidak Akan Lama
- Pasar Villa Kerobokan: Stabil, Menarik, Potensi Untung Besar
- Sumba Jadi Kandidat Terkuat Penerus Kejayaan Pariwisata Bali
- Harga Properti Ungasan Stabil, Waktu Tepat Masuk Investasi
- Minat Asing di Bali Naik Drastis, Labuan Bajo dan Sumba Siap Diserbu Investor
Berikutnya adalah perjanjian yang disebut Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan Indonesia, meskipun dokumen ini masih menunggu persetujuan parlemen karena harus melalui beberapa proses hukum sebelum ekspor bebas bea untuk barang-barang Indonesia dapat berlaku efektif pada awal tahun depan.Ā
Menurut Seam, negosiasi sedang berlangsung untuk perjanjian perdagangan serupa dengan Thailand, Filipina, dan Malaysia. Seam menyinggung janji Kepala Perdagangan UE MaroÅ” Å efÄoviÄ untuk menyelesaikan negosiasi yang sedang berlangsung pada 2027.
āSecara implisit, hal itu berarti bahwa pertanyaan mengenai perjanjian perdagangan bebas antar wilayah dapat ditinjau kembali setelah 2027,ā ungkap Seam kepada Globe.
Sebelumnya pada hari yang sama, Seam mengatakan bahwa penerapan tarif berat oleh Presiden AS Donald Trump terhadap negara-negara Asia Tenggara, ditambah dengan penarikan bantuan Washington, telah menguntungkan UE.
Hal ini berdasarkan yang dikutip media INBISNIS.ID, Selasa (27/1/2026).
Pada April 2025, Trump mengumumkan serangkaian tarif balasan dengan tarif yang bervariasi antara 49% hingga 10% untuk anggota ASEAN. Tarif impor beberapa negara telah turun setelah negara-negara tersebut bergegas meredakan amarah tarif Trump.
āASEAN berusaha menjaga keseimbangan karena harus menghadapi perubahan sikap dari AS. ASEAN ingin menjaga keseimbangan di antara mitra eksternalnya. Ia tidak ingin bertaruh semuanya pada China. Jadi secara alami, ia beralih ke mitra lain,ā kata Seam.
(Redaksi)
Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.
Punya pertanyaan soal Bantuan Hukum & Perizinan, Pencarian & Pengembangan Properti, Layanan Relokasi & Eksplorasi, Dukungan Media & Branding, Distribusi Produk ? INBISNIS bisa bantu jawabin.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan caraĀ klik link ini.
Yuk, gabung grupĀ WhatsApp Berita INBISNIS.IDĀ atau ikutiĀ Channel Berita INBISNIS.ID! Dapatkan info terkini tentang Investasi, Bisnis dan Dunia Usaha langsung ke ponselmu.













Komentar