oleh

Turis Australia Akan Mulai Berwisata ke Bali?

INBISNIS.ID, DENPASAR – Australia merupakan salah satu negara dengan wisatawan terbanyak yang mendatangi Bali dan liburan ke Bali seakan telah menjadi ritual bagi mereka.

Saat ini, pada masa pandemi COVID-19, Bali menjadi salah satu destinasi utama yang akan dibuka kembali bagi turis mancanegara dalam beberapa minggu mendatang.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia (Kemenparekraf) dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa pemerintah akan membuka kembali sejumlah perbatasannya bagi turis mancanegara mulai bulan Juli.

Menurut rencana tersebut, destinasi wisata seperti Bali, Batam dan Bintan akan menjadi daerah “lokomotif”, yang diharapkan memulai kembali pariwisata di negara itu “jika pandemi ditangani sebaik yang diharapkan”.

“Sebagai persiapan, pemerintah telah melakukan program vaksinasi secara luas untuk kelompok sasaran, termasuk tenaga kerja pariwisata,” demikian keterangan Kementerian Pariwisata, Kamis (3/6).

Selain itu, pemerintah juga telah memprakarsai program sertifikasi ‘Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability’ (CHSE) di seluruh sektor pariwisata di Indonesia.

 

Bagaimana dengan Australia, apakah akan datang ke Bali pada masa pademi ini?

Pemerintah Australia tidak berencana membuka perbatasannya untuk perjalanan internasional hingga tahun depan. Namun, hubungan luar negeri secara langsung, terutama dalam hal wisata dengan negara tertentu tetap diperbolehkan, misalnya dengan Selandia Baru.

Pada bulan Maret, saat mengumumkan rencana membuka kembali Bali, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menyebutkan Australia termasuk di antara beberapa negara yang diharapkan masuk dalam ‘koridor bebas COVID’.

Sejauh ini, hubungan koridor perjalan pariwisata Bali-Australia belum dapat dipastikan. Selama pandemi, Indonesia dengan penduduk 270 juta orang, telah mencatat lebih dari 1,8 juta kasus yang dikonfirmasi.

Tercatat sudah lebih dari 50.000 kematian terkait COVID. Bahkan dikhawatirkan angka sebenarnya lebih besar lagi.

Jumlah kasus harian disebut-sebut belum mencapai puncaknya, namun terus meningkat.

Pada 15 Mei lalu, Indonesia melaporkan 2.385 kasus baru, lalu dua minggu kemudian, angka itu melonjak menjadi lebih dari 6.500.

(Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *