oleh

Sudah 9 Tahun Beroperasi, SMA di Matim Gunakan Gedung Reyot Bambu

INBISNIS.ID, BORONG –  Sudah berjalan sembilan (9) tahun sejak Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Poco Ranaka beroperasi, hingga kini lembaga pendidikan tersebut masih menggunakan bangunan reyot dari bambu.

Kenyataan miris ini diungkapkan sendiri oleh Kepala Sekolah SMAN 6 Poco Ranaka, Fransiskus Nomor, Kamis (28/07).

Ia mengatakan, SMAN 6 Poco Ranaka, yang terletak di Lonto Ulu, Desa Compang Laho, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur sejak didirikan pada tahun 2013 lalu, masih menggunakan bambu hingga sekarang. 

Dampak dari minimnya sarana dan prasarana, setiap tahun minat siswa-siswi yang sudah tamat SMP untuk mendaftar di sekolah ini makin berkurang.

“Dari keseluruhan gedung SMAN 6 ini yang layak dipakai hanya 2 ruangan saja. Selebihnya masih menggunakan bambu yang sudah rapuh dan reyot sebagai dinding,” ujarnya.

Fransiskus Nomor menjelaskan, banyaknya siswa yang mendaftar di sekolah ini tergantung minat siswa dari sekolah pendukung, misalkan sekolah dari Desa Lenang, Compang Laho, Desa Pocong, Golo Wune dan Desa Deno.

“Setiap tahun minat siswa/siswi yang mau mendaftarkan diri di sekolah ini sangat kurang, hampir-hampir setiap tahun mencapai 20-30 siswa/siswi saja,” kata Nomor.

Lebih lanjut, Nomor menjelaskan bahwa siswa sekarang lebih memilih untuk melanjutkan  ke SMK karena keinginan untuk bisa langsung kerja setelah lulus. Selain itu keberadaan gedung yang terbatas membuat SMAN 6 Poco Ranaka  menjadi lembaga asing di kawasannya.

Senada, juga sampaikan Wakil Kepala Sekolah, Anselmus Omes. Omes  menjelaskan dasar tidak adanya minat siswa karena kekurangan fasilitas seperti gedung sekolah.

“Hal mendasar tidak bisa dibangun gedung baru karena tarik ulur terkait sertifikat tanah. Ketidakjelasan urusan sertifikat tanah untuk sekolah ini menghambat pembangunan gedung baru. Sementara gedung yang ada ini sudah tidak layak dipakai belajar mengajar,” jelas Omes.

Sementara itu salah satu guru menjelaskan, terkait promosi menarik minat siswa baru, langkah promosi sudah dilakukan. Hanya saja tidak ada hasil signifikan.

“Promosi menarik minat sudah dilakukan. Hanya tidak ada perubahan jumlah murid yang mendaftar. Oleh karena itu peran semua pihak dibutuhkan demi menarik para siswa baru mendaftar di sini,” ujarnya.

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *