wrapper

Breaking News

Friday, 14 Jan 2022

Plaza Gamalama Modern Belum Dibuka, Banyak Spekulasi Berkembang di Masyarakat

Ditulis Oleh 
Rate this item
(2 votes)
Plaza Gamalama Modern Kota Ternate

--------------------

INBISNIS,ID.TERNATE- Sejak diresmikan Walikota Sebelumnya Almarhum Burhan Abdurahman pada Senin, (15/2/2021) hingga saat ini belum ada kabar Plaza Gamalama Modern (PGM) segera beroperasi. Munculah berbagai pertanyaan dan spekulasi yang berkembang di masyarakat. Kapan Plaza Gamalama di buka untuk masyarakat?

INBISNIS.ID mencoba merangkum beberapa komentar masyarakat pada Kamis (13/1) kemarin, dan seperti ini komentarnya.
Hadirnya Gamalama Plaza Modern, sebenarnya bisa membuat perekonomian di kota Ternate bisa bergerak sehingga membawa langsung dampak kesejahteraan bagi masyarakat kota Ternate.
Selain itu, adanya Plaza Gamalama diharapkan juga dapat memberikan akses kemudahan bagi pelaku usaha, juga ada yang mengatakan bahwa Ternate saat ini menjadi kota jasa dan pusat perdagangan Provinsi Malut, di mana orang akan datang, baik untuk berbelanja maupun menikmati objek wisata daerah ini.

Oleh sebab itu, dengan adanya Plaza Gamalama Modern akan menjadi daya tarik bagi masyarakat di Malut maupun daerah lainnya untuk berkunjung ke sini hingga dapat menggerakkan perekonomian Ternate.

“Sudah bangun dengan dana yang besar, kenapa sampai sekarang belum di buka?”, komentar salah satu pemilik toko seputar Gamalama Plaza.

“Bangunannya megah dan bagus, tapi kalau belum berfungsi apalah artinya,”tutur penjual es yang selalu mangkal di depan Gamalama Plaza.

Munculnya berbagai pertanyaan masyarakat ini, Yusuf Sunya selaku Sekot Ternate mengakui bahwa prosesnya memang terkesan lambat statusnya sekarang ini masih berada di PUPR Kota Ternate, silahkan berkoordinasi dengan pihak PUPR saran Sekot. Nanti setelah penyerahan direncanakan akan dilelang ke pihak swasta sebagai pengelolanya.

“Semoga bulan depan kita sudah bisa lelang untuk pihak swasta, siapa yang nanti mengelolanya”, tutur Sekot.

Sedangkan Kadis PUPR Kota Ternate, Isnain Pansiraju kepada awak media mengatakan bahwa semua prosesnya sudah berjalan, serah terima dari pelaksana ke Pemkot juga sudah, persoalannya hanya pada penyediaan listrik. Dan pihak PLN sudah bisa merealisasikan pada Selasa (4/1/2022) lalu.

“Mudah-mudahan akhir bulan Januari ini pemkot sudah bisa melakukan pelelangan, siapa yang menjadi pengelolanya”, tutur Isnain.

Terkait dengan keterlambatan memanfaatkan PGM ini, akademisi Unkhair, Dr. Sudarman Samad, ST.,MT mengatakan bahwa berakhirnya suatu pekerjaan fisik ditandai dengan adanya berita acara serah terima Sementara Pekerjaan (Provisional Hand Over-PHO) dan Serah Terima Akhir Pekerjaan (Final Hand Over-FHO) adalah suatu kegiatan serah terima akhir pekerjaan dari penyedia jasa kepada direksi pekerjaan setelah penyedia jasa menyelesaikan semua kewajibannya selama masa pemeliharan.

Lebih lanjut, Sudarman mengatakan bahwa Pemkot dalam hal ini sebagai pemilik pekerjaan harus memastikan tahapan-tahapan proses sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam peraturan dan perundangan Jasa Konstruksi agar tidak menjadi pesoalan di kemudian hari.

“Harus diingat bahwa kegagalan suatu bangunan yang telah dibangun adalah merupakan keadaan dimana bangunan tidak dapat berfungsi, baik secara keseluruhan maupun sebagian ditinjau dari sisi teknis, manfaat, keselamatan dan kesehatan kerja, dan/atau keselamatan umum, sebagai kesalahan penyedia jasa dan atau pengguna jasa setelah penyerahan akhir pekerjaan konstruksi”, pungkas Darman panggilan Wakil Dekan 1 Fakultas Teknik Unkhair ini.

(Anto Hoda/Redaksi)

Dibaca 110 Kali

INBISNIS dibangun dalam rangka mendukung dunia usaha dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa Indonesia dan seluruh warga dunia.

Ikuti Kami