wrapper

Breaking News

Friday, 14 Jan 2022

Diduga Enam Pekerja di Pulau Obi Terpapar Omicron

Ditulis Oleh 
Rate this item
(1 Vote)
Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Ternate, M.Arif Gani

--------------------

INBISNIS,ID.TERNATE - Pertama kali dilaporkan covid-19 jenis omicron diduga sudah berada di wilayah Maluku Utara.

M. Arif Gani selaku Sekretaris satgas covid-19 Kota Ternate ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa ada 6 orang pekerja di pulau Obi diduga terpapar Omicron dan dua diantaranya ber-KTP Ternate. Sampel mereka telah diambil untuk diperiksa di labortorium di Jakarta.

“Saya perlu tegaskan bahwa 6 orang itu adalah pendatang yang bekerja di pulau Obi bukan berada di Ternate, cuman ada dua orang yang teridentifikasi ber-KTP Ternate, tapi sekali lagi ini baru dugaan, belum pasti karena sampelnya baru dikirim”, tegas Arif.

Sebagai informasi bahwa pulau Obi merupakan satu kecamatan dari Kabupaten Halmahera Selatan yang sekarang ini banyak mempekerjakan pekerja tambang karena memiliki lokasi tambang yang luas.
Lebih jauh dikatakan Arif, bahwa pemeriksaan sampel darah dari 6 orang ini adalah kewenangan Dinas Kesehatan Maluku Utara, sehingga kapan hasilnya bisa diketahui, pihaknya menunggu informasi dari Provinsi dalam hal ini Dinas Kesehatan Provinsi.

Kadis Kesehatan Provinsi, Idhar Sidi Umar, ketika dihubungi INBISNIS.ID mengatakan bahwa hasil pemeriksaan membutuhkan waktu selama 5 hari dari sample yg di terima, insya Allah, minggu depan hasilnya sudah bisa di ketahui.
Dari penelusuran awak media bahwa varian baru covid-19 yang dinamakan Omicron terus bertambah di Indonesia. Hingga pekan kemarin terjadi penambahan 92 kasus konfirmasi, sehingga total konfirmasi Omicron sebanyak 506 kasus.

Penambahan kasus masih didominasi oleh Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN), dimana dari 506 kasus konfirmasi Omicron, 84 kasus merupakan transmisi lokal.
Selain kasus Konfirmasi, angka probable Omicron juga terus mengalami peningkatan. Hingga Senin (10/1) Terdeteksi sebanyak 1.384 probable Omicron yang didapatkan dari SGTF

“Kalau kita perhatikan, juga terlihat peningkatan yang signifikan dari angka kasus harian dimana dari sejumlah 454 menjadi 802, naik hampir dua kali lipat” ucap Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi.
dr. Nadia mengungkapkan masyarakat harus bersiap menghadapi gelombang Omicron, mengingat karakteristik Omicron yang memiliki tingkat penyebaran yang sangat cepat.

Kadis Kesehatan Kota Ternate, Nurbaity Radjabessy, pernah mengatakan pada awak media INBISNIS.ID bahwa Pemda Kota Ternate sudah siap menghadapi gelombang omicron jika masyarakat Kota Ternate , setiap keluar rumah harus selalu memakai masker, sering cuci tangan pakai sabun, menjaga jarak 1,5 - 2 meter, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Kemudian harus lakukan Vaksinasi, agar kita terhindar di kasus omicron masuk ke Ternate.

“Pemkot Ternate, dengan berbekal pengalaman dua tahun kemarin telah menyiapkan sejumlah upaya guna menghadapi gelombang Omicron. Kesiapan itu mulai dari fasilitas kesehatan (faskes), alat kesehatan (askes), obat, dan juga tenaga kesehatan”, tutur Nurbaity.

Kadis kesehatan ini juga mengatakan, bahwa gejala pasien Omicron relatif lebih ringan meskipun mudah menyebar. Nurbaity menghimbau agar masyarakat tetap waspada, tetapi tak perlu panik karena diperkirakan yang dirawat di RS lebih rendah dibanding saat gelombang Delta.

(Anto Hoda/Redaksi)

Dibaca 64 Kali Terakhir disunting pada Friday, 14 January 2022 09:35

INBISNIS dibangun dalam rangka mendukung dunia usaha dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa Indonesia dan seluruh warga dunia.

Ikuti Kami