oleh

Kontrol Populasi Anjing Liar, Pemkab Jembrana bersama BAWA Lakukan Sterilisasi

INBISNIS.ID, JEMBRANA – Guna mengontrol populasi Hewan Penular Rabies (HPR) terutama populasi anjing liar seiring dengan melonjaknya kasus positif rabies di Jembrana, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Jembrana bekerja sama dengan Yayasan BAWA (Bali Animal Welfare Association) melaksanakan kegiatan sterilisasi dan vaksinasi dengan sasaran wilayah yang menjadi zona merah kasus positif rabies di Kabupaten Jembrana. Tercatat hingga kemarin Senin (30/5) terdapat 114 ekor kasus positif rabies.

Kegiatan tersebut mendapat perhatian Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna yang hadir meninjau kegiatan Kontrol Populasi dan Vaksinasi Rabies dalam rangka penanggulangan kasus positif rabies di Jembrana, Selasa (31/5) bertempat di Balai Banjar Tengah, Desa Mendoyo Dangin Tukad, Kecamatan Mendoyo.

Vaksinasi dan sterilisasi akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, diawali di Desa Mendoyo Dangin Tukad kemudian dilanjutkan bergerak ke Desa Pergung serta terakhir di Desa Gumbrih Kecamatan Pekutatan. Kegiatan tersebut dibantu oleh 12 orang relawan dari Yayasan Bawa didampingi Medik Vet (Dokter Hewan) Kecamatan Mendoyo, dengan target 50 dosis vaksin per/hari. Tampak hadir, Camat Mendoyo, Perbekel Mendoyo Dangin Tukad, beserta Staf dan masyarakat setempat.

Usai melaksanakan pemantauan, Wakil Bupati Jembrana yang akrab disapa Ipat menyampaikan bahwa hal ini dilakukan untuk mengontrol populasi anjing liar dan menekan jumlah kasus rabies yang terjadi di Kabupaten Jembrana.

“Ini harus kita kontrol, jangan sampai terlalu banyak jumlah populasi anjing liar di Jembrana, kasus rabies sangat tinggi di Jembrana, sehingga sangat penting melakukan kontrol terhadap perkembangan populasinya,” kata Ipat.

Ipat berharap kedepannya populasi anjing liar dapat terkontrol dan kasus rabies juga segera menurun.

“Kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan mengingat catatan kasus positif rabies di Jembrana sangat tinggi, dan ini sangat membahayakan dapat menyebabkan kematian pada manusia, bila tidak mendapat penanganan yang tepat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jembrana I Wayan Sutama mengatakan kasus positif tahun ini mengalami kenaikan, hal ini terjadi karena vaksinasi bagi anjing di wilayah Jembrana belum optimal. “Saya berterimakasih kepada Yayasan BAWA yang sudah datang dari Kecamatan Ubud, Gianyar atas kerjasamanya untuk membantu Jembrana melakukan vaksinasi dan kontrol populasi, karena Jembrana pada tahun ini merupakan Kabupaten dengan kasus rabies tertinggi di Provinsi Bali,” ungkap Sutama.

Sutama menambahkan, telah menyediakan 60 dosis vaksin untuk setiap melaksanakan kegiatan dengan estimasi dari Dinas Pertanian dan Peternakan jumlah populasi anjing di Jembrana sebanyak 40.955 ekor merupakan jumlah yang cukup tinggi.

“Tentu saja jumlah tersebut belum dapat memenuhi kebutuhan vaksinasi, akan kita optimalkan lagi dan bekerjasama dengan yayasan lain yang bergerak dibidang ini, Kami berharap dengan dilaksanakan kegiatan ini jumlah populasi anjing dapat menurun,” tambahnya.

Di Kesempatan yang sama, Koordinator Medik Vet drh. Ni Made Ayu Sukarmi Mega juga menyarankan agar masyarakat dapat menjaga hewan peliharaan dengan baik. Sementara itu untuk kegiatan kali ini dapat dilaporkan jumlah sterilisasi sebanyak 41 ekor dan yang divaksin 42 ekor. “Lakukan vaksinasi secara berkala, dan bertanggungjawab terhadap peliharaannya, untuk tidak meliarkan anjing, dan segera laporkan kepada petugas terdekat bila menemukan hewan yang terindikasi gejala rabies,” tandasnya

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *