oleh

Harga Minyak Goreng Masih Terpantau Mahal di Pasar Badung

INBISNIS.ID, DENPASAR – Paska Kementerian Perdagangan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 11/2022 yang mencabut ketentuan HET Permendag No. 6/2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk Minyak Goreng membuat harga minyak goreng secara tiba-tiba melambung tinggi.

Melambungnya harga minyak goreng tersebut masih tercermin sampai Jumat (24/4/2022). Hal ini diungkapkan Adi Listiari salah seorang pedagang di pasar Badung, Denpasar, mengatakan bahwa harga minyak goreng masih belum mengalami penurunan di tingkat pedagang.

“Hanya minyak goreng curah yang dapat subsidi, sementara minyak goreng kemasan itu untuk harganya masih mahal rata-rata Rp.23.500-Rp. 24.000,” ungkap Adi Listiari saat ditemui di kiosnya.

Adi Listiari juga mengungkapkan bahwa distribusi minyak goreng ke tingkat pedagang berjalan dengan lancar. Setiap minggu pasti saja ada distributor yang datang dan menawarkan minyak goreng ke pedagang.

Ia juga melanjutkan bahwa, penjualan minyak goreng cenderung normal saja. Hal ini karena minyak goreng merupakan kebutuhan dasar. Oleh karena itu ketika dalam satu rumah tangga minyak gorengnya habis, pasti harus beli lagi.

Hal senada juga disampaikan oleh Nur, pedagang pasar Badung, yang mengatakan bahwa harga minyak goreng rata-rata Rp.24.000-27.000.

“Harganya bervariasi antara Rp.24.000-27.000. Tergantung merek minyak gorengnya apa. Misal Fraiswell sama Sania itu Rp. 25.000/liter sementara Sanco itu Rp.27.000/liter, kalau Bimoli itu Rp.26.000 ” ungkap Nur.

(Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *