wrapper

Breaking News

Wednesday, 05 Jan 2022

Omicron Bikin Investor Grogi, Tezos Justru Unjuk Gigi

Ditulis Oleh 
Rate this item
(0 votes)
Ilustrasi

--------------------

INBISNIS.ID, BALI - Bagaimana kabarnya pagi ini, Sobat Cuan? Ada baiknya kamu mengawali Rabu pagi (5/1) ini dengan menyimak rangkuman kinerja pasar pagi ini di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS
Trio indeks saham AS bergerak bervariasi pada sesi perdagangan Selasa (4/1). Nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) menanjak 0,59% dan sukses mengantarkannya menuju rekor terbarunya 36.799,5 poin. Namun, di sisi lain, nilai S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing terjungkal 0,06% dan 1,33%.

Kinclongnya performa saham-saham sektor industri dan finansial sukses mendorong nilai DJIA terbang pada sesi perdagangan kemarin. Pelaku pasar nampaknya tengah getol merangsek masuk saham sektor finansial lantaran mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS, The Fed. Maklum, kenaikan suku bunga acuan akan meningkatkan bunga kredit, sehingga pendapatan bunga bersih perbankan diharapkan kecipratan berkah.
Sayangnya, indeks S&P 500 dan Nasdaq harus mengalami nasib berbeda setelah saham-saham raksasa teknologi berkategori growth stocks terpukul.
Pelaku pasar nampaknya khawatir bahwa kenaikan suku bunga acuan akan mengerem pertumbuhan ekonomi dan bisa jadi batu sandungan bagi kinerja keuangan perusahaan tersebut ke depan. Di samping itu, mereka juga mengkhawatirkan dampak penyebaran COVID-19 Omicron terhadap laju ekonomi AS ke depan. Kecemasan ini muncul setelah AS malah mencatat 1 juta kasus COVID-19 baru kemarin.

Aset Kripto
Setali tiga uang dengan indeks saham Wall Street, kondisi pasar kripto pagi ini juga tidak satu suara. Melansir Coinmarketcap pukul 08.09 WIB, tujuh dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sedunia sudah nangkring di zona hijau.

Bitcoin (BTC), misalnya, pagi ini bertengger di US$46.292,17 alias naik 0,17% dalam sehari terakhir. Ether (ETH) pun mengikuti jejak BTC dengan lompat 1,78% ke US$3.809,29 per keping di waktu yang sama.

Kemudian, nilai Cardano (ADA) pun ikut naik 1,7% dalam sehari. Nilai ADA menanjak setelah kabar menyebut bahwa raksasa teknologi Korea Selatan Samsung mendapat eksposur Cardano melalui kerja samanya dengan sistem manajemen blockchain Veritree. Tak ketinggalan, pelaku pasar nampaknya juga mulai menyambut baik peta jalan pengembangan Cardano 2022 yang dirilis pendiri Cardano Charles Hoskinson pekan lalu.

Namun, bintang utama pasar kripto hari ini adalah Tezos (XTZ) yang nilainya nyelonong 12,38% dalam 24 jam terakhir. Kabar mengenai pembaruan (upgrade) Tenderbake yang akan dipasang di jaringan tersebut tampaknya menjadi angin segar yang terus mendorong harga XTZ terbang.

Sekadar informasi, upgrade tersebut diharapkan dapat memperbaiki keandalan dan keamanan jaringan Tezos, sebuah platform blockchain yang fokus dalam digitalisasi aset riil.


Emas
Harga emas spot bertengger di US$1.813,2 per ons alias naik 0,51% dalam sehari terakhir. Harga emas berjangka untuk kontrak Februari juga meningkat 0,82% ke US$1.814,9 per ons di waktu yang sama.

Pelaku pasar nampaknya semakin rajin mengoleksi emas sebagai aset safe haven seiring meningkatnya kekhawatiran ihwal COVID-19 varian Omicron di AS. Ya, mereka khawatir bahwa merebaknya penularan varian tersebut di AS bisa bikin ekonomi memasuki fase ketidakpastian baru.

Dolar AS
Nilai indeks Dolar AS bercokol di 96,28 pagi ini atau mendaki 0,07% dibanding kemarin. Hal ini terjadi setelah pelaku pasar meyakini bahwa penyebaran varian Omicron tak akan menghentikan langkah The Fed untuk mengetatkan kebijakan moneternya. Sinyal itu pun ikut tercermin dari kenaikan tingkat imbal hasil obligasi AS bertenor lima tahun yang kini berada di titik tertingginya sejak Februari 2020.

Sumber : pluang.com
(FERY FADLY/Redaksi)

Dibaca 51 Kali

INBISNIS dibangun dalam rangka mendukung dunia usaha dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa Indonesia dan seluruh warga dunia.

Ikuti Kami