wrapper

Breaking News

Monday, 11 Oct 2021

Bermodal Rp 40 Ribu, Penjual Ikan Asap Hasilkan Rp 1 Juta Perbulan

Ditulis Oleh 
Rate this item
(2 votes)
Ilustrasi

--------------------

INBISNIS.ID, JATENG - Salah satu jenis usaha yang dijalankan oleh sebagian masyarakat Desa Gempolsewu, Kendal adalah bisnis ikan asap karena dinilai cukup menggiurkan. Olahan ikan ini bisa mendatangkan pundi-pundi uang bahkan mencapai jutaan per hari.

Supinah (42) salah satu warga yang ikut mencicipi gurihnya keuntungan dari usaha ikan asap ini mengaku, dalam sehari dia mengaku bisa mengantongi omset hingga Rp 1 juta.

"1 hari kadang-kadang (dapat) Rp 1 juta, kadang Rp 900 ribu, tergantung ikannya," katanya dikutip dari detikcom, Minggu (10/10).

Supinah mengatakan modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha ikan asap tidak mahal. Dalam merintis bisnis yang telah digelutinya selama 5 tahun terakhir, ia menggunakan modal awal sebesar Rp 40 ribu yang dipakai untuk membeli ikan segar dari nelayan yang melaut.

"Dari uang Rp 40 ribu dapat ikan 1 ember. Terus saya kelola dapat Rp 150 ribu. Saya kelola lagi dapat Rp 275 ribu, saya tabung sedikit-sedikit buat bikin tempat produksi ikan asap," ujarnya.

Ikan tersebut kemudian dia panggang di atas kayu selama 1 hingga 2 menit, tanpa menggunakan bumbu. Proses ini ia kerjakan mulai dari sore hari hingga pukul 9 malam.

Diungkapkan Supinah, dalam sehari biasanya ia bisa menjual 3 keranjang ikan asap. Adapun jenis ikannya meliputi ikan banyar, gilikan, dan kuniran.

"Harga ikan panggang (asap) kalau yang besar Rp 10 ribu, yang kecil Rp 5 ribu. Kalau ikan asin 1 kg nya Rp 40 ribu, ada yang Rp 25 ribu dan Rp 15 ribu," tuturnya.

Supinah mengatakan dirinya sempat menjadi buruh penjual ikan asap. Lalu ia memutuskan untuk membuka bisnis kecil-kecilan. Usahanya semakin berkembang hingga sekarang memiliki 2 orang pekerja untuk membantunya di rumah produksi.

"Pertama saya jualan keliling pakai sepeda. Keliling ke desa-desa. Terus saya mangkal di pasar. Di pasar saya ngontrak, nggak punya lapak sendiri. Berangkat jam setengah 5 pagi," katanya.

Meski untungnya terbilang menggiurkan, namun Supinah tak menampik bisnis ikan asapnya juga mengalami naik dan turun. Saat pandemi, lanjut dia, penjualan ikan asap merosot.

"Pas pandemi saya sulit jualan, ikannya sisa terus, jadi dibuang. Modalnya habis. Sekarang sudah mulai membaik," tuturnya.

(PTW/Redaksi)

Dibaca 104 Kali

INBISNIS dibangun dalam rangka mendukung dunia usaha dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa Indonesia dan seluruh warga dunia.

Ikuti Kami